Minggu, 17 Juni 2012

Sejarah Perkembangan Akuntansi


Perkembangan Akuntansi
Sejalan dengan perkembangan sejarah dan peradaban manusia, akuntansi sebagai salah satu hasil temuan manusia, ikut pula berkembang. Mulai dari pencatatan yang primitif dan sangat sederhana, akuntansi berkembang semakin kompleks selaras dengan semakin kompleksnya dunia usaha dan masyarakat akhir-akhir ini. Akuntansi telah mengembangkan konsep dan teknik-teknik baru untuk mengimbangi kebutuhan akan informasi keuangan yang terus meningkat dan beragam. Tanpa informasi yang akurat dan tepat waktu, banyak sekali keputusan ekonomi dan bisnis yang akan tertunda dan salah.  
-          Akuntansi primitif atau pra industrialisasi
Masyarakat dalam berbagai jenjang peradaban memiliki tipe catatan yang berbeda-beda mengenai aktivitas ekonominya. Berdasarkan hasil penelitian sejarah, catatan tertua yang diketahui adalah lembaran dari tanah liat yang memuat catatan-catatan pembayaran upah di Babylonia sekitar 3600 tahun sebelum Masehi. Selain itu, terdapat bermacam-macam bukti adanya pemeliharaan catatan dan sistem-sistem kontrol akuntansi yang dijumpai di Kerajaan Mesir Kuno dan Negara-negara Yunani. Adapun catatan-catatan berbahasa Inggris yang pertama kali dijumpai adalah catatan-catatan untuk memastikan sumber-sumber keuangan pada masa kekuasaan William the Conqueror (abad ke 11).
Kebanyakan akuntansi awal ini hanya berhubungan dengan aspek-aspek yang terbatas dari aktivitas-aktivitas keuangan swasta atau pemerintah. Catatan-catatan keuangan yang lengkap untuk suatu aktivitas usaha, baru berkembang pada abad pertengahan dalam rangka menanggapi kebutuhan-kebutuhan perniagaan yang berkembang di Italia.

-          Perkembangan akuntansi dalam abad pertengahan
Perang Salib (sejak akhir abad ke 11 hingga akhir abad ke 13) memberikan dorongan bagi perkembangan perdagangan di kota-kota Italia yang selanjutnya membuka hubungan baru ke arah timur (Asia). Tumbuhnya pusat-pusat perdagangan di kota-kota Italia tersebut penting sekali bagi perkembangan akuntansi dalam abad pertengahan. Karena pada masa itu bermunculan agen-agen dan partnerships. Partnerships atau ventura ini memungkinkan pembagian risiko dalam perjalanan-perjalanan laut yang panjang. Partnerships ini jugalah yang memungkinkan penggabungan antara kapitalis yang kaya dengan semangat avonturir pelaut-pelaut muda. Didalam silent partnerships (semacam CV sekarang) yang disebut commenda, modal yang diberikan oleh silent patner (seperti kedudukan persero komanditer dalam CV) sebenarnya merupakan pinjaman kepada patner yang aktif. Dengan pengaturan seperti ini maka bunga atas pinjaman, yang pada waktu itu diharamkan oleh gereja, dapat dihindarkan. Adanya pemisahan antara pemodal dan pekerja itulah yang menjadikan partnerships sangat penting dalam perkembangan akuntansi.
Suatu sistem tata buku berpasangan (double entry) yang secara kuat dipengaruhi oleh pedagang-pedagang Venesia, ditemukan dalam bentuknya yang lengkap didalam catatan-catatan seorang pedagang di Genoa (Italia), yang berasal dari tahun 1340. Karya tulis pertama  yang mengulas tata buku berpasangan berjudul Summa de Arithmetica, Geometrica, Proportioni et Proportionalita dipublikasikan di Venesia (Italia) dalam tahun 1494. Pengarangnya, seorang biarawan katolik dari orde Franciscan bernama Luca Pacioli, adalah seorang ilmuan dan ahli matematika yang semasa hidupnya mengajar diberbagai universitas di Perugia, Naples, Pisa dan Florence. Sekalipun Luca Pacioli bukan merupakan penemu sistem tata buku berpasangan, namun bukunya sangat membantu penyebaran gagasan mengenai  tata buku berpasangan ke seluruh Eropa.
Pada pertengahan abad ke 15 kota-kota di Italia mulai pudar pamornya dan menjadi kurang penting baik sebagai pusat kegiatan politik maupun perdagangan, sebagai akibat ditemukannya daerah-daerah jajahan baru. Sejak itu, secara berangsur-angsur pusat perdagangan berpindah ke Spanyol, Portugis, Negeri Belanda, Inggris, Prancis, dan Belgia. Sejalan dengan perpindahan pusat-pusat perdagangan tersebut, sistem tata buku berpasangan menurut metode Italia menjadi tersebar luas ke negara-negara lain.
Di dalam abad ke 16 bermacam-macam buku ditulis oleh pengarang-pengarang Jerman, Belanda dan Inggris di samping penulis-penulis Italia. Semua buku ini pada dasarnya serupa seperti apa yang ditulis Pacioli. Bahkan elemen-elemen dasar dari sistem pembukuan berpasangan tetap berlanjut tanpa mengalami perubahan, kendatipun perkembangan organisasi usaha serta sistem pemerintahan menjadi semakin kompleks.
Hal-hal penting dalam perkembangan akuntansi pada abad pertengahan adalah perkembangan ilmu berhitung dan dipergunakannya mata uang secara luas sebagai alat pertukaran. Dengan dikenalnya angka Arab yang lebih sederhana, maka dominasi angka-angka Romawi yang digunakan selama berabad-abad sesudah ditemukannya system tata buku berpasangan menjadi tenggelam dan banyak ditinggalkan, sebaliknya pertumbuhan akuntansi menjadi kian pesat karenanya.
Pada abad ke 17 dan ke 18 buku-buku teks mulai mempersonifikasikan semua rekening dan transaksi, sebagai usaha dari para penulis untuk merasionalisasikan kaidah pendebetan dan pengkreditan rekenign atau perkiraan. Perkembangan lainnya adalah dibuatnya perhitungan rugi laba pada setiap akhir tahun, dan tidak lagi dibuat pada setiap akhir ventura sebagai mana sebelumnya. Perkembangan ini terutama disebabkan oleh semakin jarangnya suatu partnership yang hanya dibuat untuk keperluan satu transaksi. Kegiatan usaha mulai diorganisasikan untuk menciptakan kelangsungan aktivitas perdagangan maupun manufaktur dalam jangka panjang.

-          Zaman industrisasi abad ke 18 s/d 20
Di zaman ini di awali dengan perkembangan akuntansi modern yaitu terjadinya revolusi industri di eropa barat pada abad ke 18. Dari sinilah timbul bentuk badan hukum yang memungkinkan suatu organisai usaha memperoleh sejumlah besar modal dari masyarakat melalui penjualan saham. Adanya perbedaan kepentingan diantara kedua kelompok yaitu pemegang saham dan manajemen perusahaan, menjadikan laporan keuangan yang dihasilkan disusun dengan dasar penilaian dan kepentingan yang berbeda, sehingga laporan keuangan tidak lagi memenuhi fungsinya sebagai pertanggungjawaban. Maka munculah suatu kebutuhan baru dari kalangan masyarakat yang berkepentingan terhadap perusahaan yaitu pemeriksaan akuntansi independen untuk memberikan jaminan bahwa laporan keuangan yang disahkan oleh manajemen perusahaan dapat di percaya.
Desakan kebutuhan-kebutuhan jasa akuntansi yang professional, mengakibatkan nya di buka sebuah lembaga yang memberikan lisensi akuntan public terdaftar (CPAs) diseluh Negara Amerika Serikat. Pada tahun 1887, para akuntan public yang terdaftar tersebut mendirikan asosiasi akuntan yang pertama di Amerika Serikat bernama American Association of Accountants. Dan tahun 1917 nama itu diubah menjadi American Insitute of Acountants, dan saat ini dikenal dengan AICPA (American Institute of Certified Public Accountants). Pada tahun 1972 &1973 terdapat suatu kemajuan bagi organisasi profesi akuntan di Amerika Serikat terjadi yaitu saat didirikan dan di organisasikannya Financial Accounting Standards Board ( FASB) dan Financial Accounting Foundation (FAF) yang kian memperkuat kedudukan profesi akuntansi di negara tersebut. Melalui keluaran-keluarannya yang lebih berarti , tepat guna, cepat dan responsive, FASB menggalang kredibilitas dan sekaligus meraih dukungan publik akuntansi serta kalangan yang terkait keberadaanya seperti SEC.

-          Zaman Perang Dunia Ke-2
Awal sejarah perkembangan akuntansi di Indonesia tidak lepas dari perkembangan akuntansi di negara Belanda pada abad pertengahan. Dalam buku Encyclopaedie van Nederlandsch Indie, D, G, Stible dan St. J. Stroomberg tercatat bahwa akuntansi di Indonesia paling tidak sudah dikenal pada tahun 1642. Hal ini dibuktikan adanya sebuah instruksi yang dikeluarkan oleh Gubernur Jendral mengenai pengurusan pembukuan penerimaan uang, pinjaman-pinjaman, serta uang yang perlukan untuk eksploitasi garnisun-garnisun galangan kapal yang ada di Batavia dan Surabaya. Bukti lain yang diketahui adalah catatan pemukuan dari Amphioen Societeit (didirikan di Batavia pada tahun 1747) yang dengan jelas menggambarkan pengaruh dari metode-metode Italia.
Tanggal 8 Desember 1941 jepang mencetuskan perang melawan sekutu, dengan cepat bergerak. Pada tanggal 9 Maret 1942 memaksa pemerintah Hindia Belanda untuk menyerah tanpa syarat di Kalijati (Indonesia). Sejak tanggal tersebut, maka jepang menggantikan kedudukan Belanda sebagai penjajah di Indonesia.mengakibatkan Pendidikan yang semakin terbengkalai , dan keadaan rakyat makin menderita dan sengsara. Akhir perang dunia ke-dua pada tanggal 15 Agustus 1945 terjadi ketika,jepang menyerah tanpa syarat kepada sekutu (Amerika Serikat, Inggris, Tiongkok, Australia, Selandia Baru, dan Belanda). Pada kenyataannya ternyata keberadaan jepang tidak membawa pengaruh yang berarti terhadap metode pembukuan yang ada pada saat itu. Praktek-praktek akuntansi jepang terbatas hanya untuk mencatat kegiatan-kegiatan mereka dan itu pun dilakukan dengan menggunakan huruf-huruf kanji.

-          Era multinasional
Perkembangan teknologi komputer dan telekomunikasi yang begitu pesat pada tahun 80 an, menyebabkan tidak terhindarnya kebutuhan terhadap informasi keuangan yang semakin akurat dan semakin cepat. Perkembangan lingkungan teknologi ini menuntut ilmu akuntansi untuk beradaptasi sesuai dengan perkembangan yang ada. Ilmu akuntansi pun memanfaatkan teknologi komputer dalam perkembangan lanjutannya. Sejak menggunakan teknologi komputer, sistem akuntansi dan pelaporannya semakin rapi, teratur, cepat dan akurat. Sehingga kebutuhan informasi keuangan dari berbagai pihak yang membutuhkannya dapat dipenuhi secepat yang mereka butuhkan.

2 komentar:

Islamic University of Indonesia mengatakan...

Terimakasih Infonya
sangat bermanfaat..
Perkenalkan saya mahasiswa Fakultas Ekonomi di UII Yogyakarta
:)
twitter : @profiluii

Irma Suryani mengatakan...

syukron infonya..brmnfaat untuk referensi tambahan untuk tugas dari dosen

Poskan Komentar

budayakan untuk selalu membaca dan memberi pendapat ☺

 

© 2009Party Foul | by hallo