Sabtu, 13 Maret 2010

POS PENGAMANAN DI PERBATASAN RI-MALAYSIA BELUM MEMADAI

10 Jan 2007

Pemerintah RI baru memiliki 46 pos pengamanan di perbatasan antara Indonesia dengan Malaysia sehingga dinilai belum memadai, meski begitu pihak TNI tetap melakukan tugas pengamanan secara optimal.

"Pada 2006 telah dibangun pos perbatas beserta fasilitasnya sebanyak tujuh pos lagi dan dalam kondisi 100 persen, sehingga jumlahnya 46 pos, sebelumnya hanya 39 pos," kata Pangdam VI/Tanjungpura, Mayjen TNI George Robert Situmeang di Balikpapan, Rabu (10/1).

Menurut Robert jumlah pos saat ini belum memadai untuk menjawab ancaman secara optimal karena dengan panjang mencapai 2.000 km maka butuh pos pengamanan lebih banyak lagi.

"Hal ini khususnya untuk mengantisipasi kemunginan timbulnya ancaman di sepanjang pebatasan Kalimantan-Malayasia mencapai 2.000 Kilometer tersebut," imbuhnya.

"Ke depan secara bertahap akan terus diadakan penambahan, sehingga mampu mencakup kebutuhan pengamanan di perbatasan," katanya.

Sebagai pengamanan perbatasan darat, Komando Daerah Militer (Kodam)VI/Tanjungpura membentuk dua Komando Pelaksana Operasi (Kolakops), yakni Kolakops Korem 091/Aji Suryanata Kusuma untuk wilayah Kalimantan timur (Kaltim) - Sabah dan Kolakops
korem 121/ Alambhana Wanawai untuk wilayah Kalimantan Barat (Kalbar)-Serawak.

Pangdam menjelaskan bahwa tugas prajurit berat, yakni selain mengamankan kawasan itu dari berbagai tindakan merugikan negara, termasuk illegal logging juga menjadi pengaman dari invasi asing ke wilayah NKRI melalui perbatasan pulau Kalimantan.

"Tugas penting lainnya, yakni mengamankan dan menindak setiap usaha pengrusakan dan pergeseran serta penghilangan patok-patok di sepanjang perbatasan," ujarnya.

Pangdam menjelaskan bahwa saat ini wilayah perbatasan RI-Malaysia masih belum tuntasnya pengukuran tapal batas RI-Malaysia.

"Hal itu terjadi karena perbedaan pesepsi antara RI dengan Malaysia. Terkait wilayah kedua negara bekas jajahan Belanda untuk Indonesia dan Malaysia bekas jajahan Inggris," katanya.

Pangdam memaparkan bahwa dalam tugas pengamanan wilayah terirorial darat itu maka Kodam VI/Tanjungpura telah menerima perkuatan materiil tempur dari komando atas, antara lain kendaraan tank AMX sebanyak 17 unit maupun materiil lainnya.

*tugas sosiologi kelas 3*

0 komentar:

Poskan Komentar

budayakan untuk selalu membaca dan memberi pendapat ☺

 

© 2009Party Foul | by hallo